by Nanda Lubis

Share

by Nanda Lubis

Share

landasan dan tujuan pendidikan pancasila

Landasan dan tujuan pendidikan pancasila – Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat sore pembaca blog pasgabut sekalian.

Pembuka

Kali ini blog pasgabut akan membagikan tulisan tentang landasan dan tujuan diadakannya pendidikan pancasila di hampir semua tingkatan pendidikan.

Khususnya di perguruan tinggi, dimana calon-calon pendiri bangsa diharapkan keluar dari sana.

Sebelumnya bisa baca dulu definisi dan hal-hal lainnya terkait pancasila di link di samping ini pada laman wikipedia

Baca juga tulisan blog apsgabut tentang Cara minta uang di aplikasi dana

Sekarang mari kita lanjut dan mulaikan pembahasan pokoknya.

4 Landasan Pendidikan Pancasila

Pancasila merupakan dasar falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus mempelajari, mendalami, menghayati, dan mengamalkan pancasila dalam segala bidang kehidupan.

Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. dalam perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia telah mengalami persepsi dan intrepetasi sesuai dengan kepentingan rezim yang berkuasa sampai saat ini.

Pancasila telah digunakan sebagai alat untuk memaksa rakyat setia kepada pemerintah yang berkuasa dengan menempatkan pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan dalam bermasyarakat.

Contohnya nampak pada  masa pemerintahan Orde Baru, pemerintahan orde baru berupaya menyeragamkan paham dan ideologi bermasyarakat dan bernegara dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang bersifat pluralistik.

Oleh sebab itu, MPR melalui sidang Istimewa tahun 1998 dengan Tap. No.XVII/MPR/1998 tentang Pencabutan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan menetapkan Pancasila sebagai dasar Negara.

Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. adalah dasar Negara dari Negara kesatuan Republik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.

a. Landasan Historis

Keyakinan bangsa Indonesia telah begitu tinggi terhadap nilai-nilai Pancasila dalam sejarah kenegaraan Republik Indonesia.

Pancasila mendapat tempat yang berbeda-beda dalam pandangan rezim pemerintahan yang berkuasa.

Penafsiran Pancasila didominasi oleh pemikiran dari rezim untuk melanggengkan kekuasaannya.

Pada masa Orde lama, Pancasila ditafsirkan dengan Nasakom : nasionalis, agama dan komunis yang disebut juga dengan Tri Sila, kemudian diperas lagi menjadi Eka Sila (gotong royong).

Pada masa Orde Baru pancasila dihayati dan diamalkan dengan berpedoman kepada butir-butir yang ditetapkan oleh MPR melalui Tap. MPR No.II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

Namun, penafsiran dalam rezim-rezim tersebut membuat kenyataan dalam masyarakat dan bangsa berbeda dengan nilai-nilai Pancasila yang sesungguhnya.

Oleh sebab itu, timbulah tuntunan reformasi dalam segala bidang.

Dalam kenyataan ini, MPR melalui Tap. MPR No.XVIII/MPR/1998 tentang penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, yang mengandung makna ideologi nasional sebagai cita-cita dan tujuan Negara.

b. Landasan Kultural

Pancasila sebagai kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia merupakan cerminan nilai-nilai yang telah lama tumbuh dalam kehidupan bermasayarakat bangsa Indonesia.

Nilai-nilai yang dirumuskan dalam Pancasila bukanlah pemikiran satu orang.

Seperti halnya ideologi komunis yang merupakan pemikran dari Karl Marx yang juga menjadi pemikiran konseptual dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia, seperti Soekarno, Drs. Moh.Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Prof. Mr. Dr. Supomo dan tokoh lain-lain.

Sebagai hasil pemikiran dari tokoh-tokoh bangsa indonesia yang digali dari budaya bangsa sendiri, Pancasila tidak mengandung nilai-nilai yang terbuka.

Masuknya nilai-nilai baru yang positif, baik yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan demikian generasi penerus bangsa dapat memperkaya nilai-nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman.

c. Landasan Yuridis pendidikan pancasila

Sebelum dikeluarkannya PP No.60 Tahun 1999, keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No. 30 Tahun 1990 menetapkan status pendidikan Pancasila dari Kurikulum pendidikan tinggi sebagai mata kuliah wajib untuk setiap program studi dan bersifat nasional.

Silabus pendidikan Pancasila semenjak tahun 1993 sampai tahun 1999 telah banyak mengalami perubahan.

Untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang berlaku dalam masyarakat, bangsa, dan Negara yang berlangsung cepat.

Serta kebutuhan untuk mengantisipasi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat disertai dengan pola kehidupan yang mengglobal.

Perubahan dari silabus pendidikan Pancasila adalah dengan dikeluarkannya keputusan Dirjen Dikti Nomor: 265/Dikti/Kep/2000 tentang penyempurnaan Pancasila pada Perguruan Tinggi di Indonesia.

Dalam keputusan ini dinyatakan bahwa mata kuliah Pendidikan Tinggi Pancasila yang mencakup unsur filsafat Pancasila merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MKPK) dalam susunan kurikulum inti perguruan tinggi di Indonesia.

Selanjutnya, berdasarkan keputusan Mendiknas No.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian hasil belajar mahasiswa telah ditetapkan bahwa,

Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi.

Oleh karena itu, untuk melaksanakan ketentuan diatas, maka dirjen dikti depdiknas mengeluarkan SK No.38/Dikti/Kep./2002 tentang rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.

d. Landasan Filosofis

Pancasila sebagai dasar filsafat Negara harus menjadi sumber bagi segala tindakan para penyelenggara Negara, menjadi jiwa dari perundang-undangan yang berlaku dalam kehidupan bernegara.

Oleh sebab itu, dalam menghadapi tantangan kehidupan bangsa memasuki globalisasi, bangsa Indonesia harus tetap memiliki nilai-nilai.

Yaitu Pancasila sebagai sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan yang menjiwai pembangunan nasional dalam bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan.

Tujuan pendidikan pancasila

Rakyat Indonesia melalui Majelis Perwakilannya, menyatakan bahwa pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa.

Mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME, berkualitas, dan mandiri, sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya.

Serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa kepada Tuhan yang maha esa dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai golongan agama.

Perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku kebudayaan, dan beraneka ragam kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan atau golongan.

Dengan demikian, perbedaan pemikiran, pendapat, dan kepentingan diatasi melalui keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

a. Tujuan nasional

Tujuan nasional sebagaimana dicantumkan dalamPembukaan UUD 1945 alinea keempat, menyatakan:

  • “…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
  • ..,memajukan kesejahteraan Umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”.

Tujuan nasional sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan Pembukaan itu diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaran Negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis.

Dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Penyelenggaraan Negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek kehidupan bangsa oleh penyelenggara negara.

Yaitu lembaga tertinggi dan lembaga tinggi Negara bersama-sama segenap rakyat Indonesia di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.

Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan.

Berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global.

Dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai-nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kukuh kekuatan moral dan etikanya.

Dengan demikian peranan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia sangat penting dalam menentukan tercapainya tujuan nasional.

Penutup

Mungkin sekian tulisan blog pasgabut tentang landasan dan tujuan pendidikan pancasila di perguruan tinggi.

Semoga bermanfaat dan kita bertemu lagi di tulisan lainnya yaa.

STAY IN THE LOOP

Subscribe to our free newsletter.

Don’t have an account yet? Get started with a 12-day free trial

Related Posts

View all
  • Cara membuat briket – briket adalah bongkahan padat yang terbuat […]

    Continue reading
  • Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat malam para pembaca blog pasgabut sekalian. […]

    Continue reading
  • Background zoom meeting lucu – Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat sore […]

    Continue reading
  • jenis jenis resiko usaha – Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat siang […]

    Continue reading