Categories: Agama Islam, Investasi

by Nanda Lubis

Share

Categories: Agama Islam, Investasi

by Nanda Lubis

Share

Investasi saham menurut islam

Investasi saham menurut islam – Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat siang para pembaca blog pasgabut sekalian.

Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana sudut pandang islam dalam melakukan transaksi jual-beli saham.

Baik itu investasi maupun jual-beli jangka pendek atau biasa disebut dengan trading.

Baca juga tulisan blog pasgabut tentang Apa itu investasi

Yuk kita mulai pembahasannya !

Investasi saham menurut islam

Investasi saham seringkali diincar karena berpotensi menambah pundi-pundi kekayaan dalam jumlah yang relatif besar meski risikonya pun sama besarnya.

Yang dimaksud dengan investasi saham adalah kepemilikan saham melalui pembelian dari suatu badan usaha atau lembaga yang diperdagangkan di pasar modal.

Bentuk saham sendiri merupakan lembaran surat berharga sebagai indikasi asal kepemilikan modal dalam perusahaan.

Keuntungan dalam berinvestasi saham tergantung pada naik turunnya nilai saham perusahaan yang dimiliki.

Di Indonesia sendiri sudah memiliki beberapa peraturan yang mengatur tentang jual beli saham. namun apa sebenarnya hukum investasi saham dari sudut pandang Islam?

Baca tulisan di bawah ini secara lengkap sampai akhir.

Aturan saham adalah halal

Ada perdebatan tentang pembuatan aturan saham dalam Islam. dalam literatur fiqh, saham diambil dari kata musahamah yang berasal dari istilah sahm yang berarti saling memberi bagian atau bagian.

Tujuan dari membeli saham adalah untuk menerima pengembalian sesuai dengan persentase modalnya jika perusahaan memperoleh keuntungan.

Sebaliknya, jika perusahaan menderita kerugian, pemegang saham juga akan menanggung kerugian sesuai dengan persentase modalnya.

Oleh karena itu, ahli hukum modern mengklasifikasikan musahamah ke dalam bentuk syirkah (serikat buruh).

Aturan saham tentang Islam menurut pandangan Ulama dan MUI (1)

Saham merupakan salah satu bentuk instrumen bisnis yang diperbolehkan dalam pandangan syariat Islam sepanjang memenuhi syarat.

Salah satunya adalah saham yang diperdagangkan bukan dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha haram. Misalnya, produksi minuman keras, industri kasino, prostitusi, dan sebagainya.

Selain itu, ada kelompok yang membolehkan penggunaan dengan syarat tidak ada riba dalam syirkah dan penggunaan aset syirkah tidak untuk tujuan yang dilarang.

Aturan jual beli saham adalah Haram

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa jual beli saham itu mutlak haram, meskipun yang mengeluarkan saham berarti perusahaan yang bergerak di bidang halal.

Salah satu tokoh yang mengemukakan pendapat ini adalah Taqiyuddin an-Nabhani. alasannya karena bentuk perseroan terbatas atau PT tidak Islami.

Salah satu yang dibahas adalah tentang masalah ijab dan qabul, dimana PT tidak memiliki ijab dan qabul yang serupa dengan masalah syirkah.

Transaksi di Pasar Modal yang Diizinkan MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Sektor Pasar Modal.

Dalam fatwa tersebut tertulis bahwa transaksi pasar modal yang diperbolehkan syariah harus menghindari hal-hal yang disebutkan di bawah ini :

  • Trading atau transaksi menggunakan penawaran dan/atau permintaan palsu.
  • Perdagangan atau transaksi yang tidak disertai dengan penyerahan barang dan/atau jasa.
  • Memperdagangkan barang yang tidak dimiliki.
  • Pembelian atau penjualan efek yang menggunakan atau memanfaatkan informasi pribadi dari emiten atau perusahaan publik.
  • Transaksi margin pada dampak syariah mengandung unsur bunga (riba).
  • Perdagangan atau transaksi dengan tujuan penimbunan (ihtikar).
  • Melakukan perdagangan atau transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).
  • Transaksi lain yang mengandung unsur spekulasi (gharar), penipuan (tadlis) termasuk menyembunyikan cacat (ghisysy), dan upaya membujuk pihak lain yang mengandung kebohongan (taghrir).

Ketentuan Hukum Islam tentang Jual Beli Saham

Segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia, terutama umat Islam telah diatur sedemikian rupa dalam Islam. Tidak terkecuali dalam hal jual-beli saham.

Melalui hukum Islam, maka akan diketahui terkait hukum investasi dalam Islam, apakah halal atau haram.

Hukum investasi saham adalah diperbolehkan dalam Islam jika sudah memenuhi persyaratan di bawah ini :

Harus Memiliki Underlying Asset

Saham yang diperjualbelikan harus memiliki underlying asset. Hal inilah yang akan menjadi landasan utama. Dengan begitu, saham tersebut tidak boleh dalam bentuk uang saja.

Harus Berbentuk Barang

Syarat kedua adalah saham harus berbentuk barang. Di mana setelah perusahaan sudah menjual saham, maka saham itu tidak boleh untuk diperjualbelikan lagi dalam bursa.

Kecuali setelah dijalankan menjadi usaha yang riil dan modalnya sudah berubah menjadi barang.

Kaidah pada Aset

Aset yang diperjualbelikan harus lebih condong dalam bentuk barang dan bukan uang.

Tetapi jika aset perusahaan tersebut terdiri dari beberapa jenis, seperti barang, piutang dan uang, maka kaidahnya adalah sebagai berikut:

– Perusahaan yang berbentuk investasi aset, misalnya barang dan jasa boleh diperjualbelikan di pasar saham tanpa mengikuti kaidah dalam sharf dengan syarat harga yang ditetapkan tidak kurang dari 30 persen dari total aset perusahaan

– Jika perusahaan dengan bentuk jual-beli mata uang, maka transaksi jual-beli boleh dilakukan di pasar bursa, kecuali dengan mengikuti kaidah sharf.

– Jika perusahaan dengan bentuk investasi piutang, maka jual-beli boleh dilakukan di pasar saham dengan berdasar pada kaidah piutang.

Aset Barang Haruslah Dominan

Jika perusahaan memiliki aset yang bermacam-macam, misalnya jasa, barang dan piutang, maka komposisi dari aset barang haruslah lebih dominan.

Jika perusahaan memiliki aset barang dan sebagian kecilnya adalah uang kas, maka haruslah disesuaikan dengan kaidah yang berlaku.

Jika aset dari perusahaan terdiri dari beraneka macam barang, maka jenis barang yang dijadikan sebagai underlying adalah yang paling dominan aghlabnya.

Emiten

Kemudian dari emiten juga harus sesuai dengan kriteria yang sudah diberlakukan. Kriterianya adalah sebagai berikut:

– jenis usaha : dari jenis usaha, maka jasa atau pun produk barang, cara pengelolaannya adalah dengan berdasar pada syariat Islam dan tidak diperbolehkan bertentangan dengan syariah yang sudah ditetapkan.

– Jenis kegiatan: Dari jenis kegiatan tidak diperbolehkan bertentang dengan prinsip syariah. Misalnya saja dengan melakuakn transaksi tingkat nisbah atau utang perusahaan yang dilakukan pada lembaga dengan unsur riba.

Hukum investasi saham dalam Islam adalah aktivitas ekonomi yang diperbolehkan.

Berbeda dengan trading, seperti halnya trading forex, swap, future, option, dan forward yang dalam Islam hukumnya adalah haram karena ada unsur spekulatif yang tinggi dan menyerupai maisir.

Melalui penjelasan di atas, maka hukum investasi saham dalam Islam diperbolehkan jika telah sesuai dengan ketentuan hukum Islam yang ditetapkan. Sehingga aktivitas jual-beli yang dilakukan pun tidak melanggar dari syariat Islam.

Kesimpulan dan penutup

Yap, kita sampai disini, di penghujung tulisan yang memberikan pandangan tentanng saham apakah halal atau haram menurut islam ?

Ternyata jual-beli saham adalah bagaikan pisau bermata 2

Bisa jadi halal pun bisa jadi haram, sebab ada 2 pendapat dan masih jadi perdebatan.

Baik itu di lingkup agama, maupun di masyarakat sendiri.

Namun beberapa kesimpulan dan garis besar disini yang bisa kita ambil adalah.

Investasi saham adalah halal jika dilakukan pada bidang usaha yang halal juga.

Diantaranya usaha perkebunan, pertanian, dan sebagainya.

Investasi saham juga bisa menjadi haram, sebab bidang usaha yang dimiliki atau diperjual belikan adalah bidang yang haram.

Seperti halnya minuman beralkohol, kasino, dan sebagainya.

STAY IN THE LOOP

Subscribe to our free newsletter.

Don’t have an account yet? Get started with a 12-day free trial

Related Posts

View all
  • Sholat jenazah tata cara – Assalammualaikum warrahmataullahi wabarakatuh, selamat malam […]

    Continue reading
  • Penjelasan rukun iman dan rukun islam – Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, […]

    Continue reading
  • Dalil asmaul husna al karim – Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat […]

    Continue reading
  • Doa setelah membaca asmaul husna – Assalammualaikum warrahmatullahhi wabarakatuh, selamat […]

    Continue reading