Categories: Nikah

by Nanda Lubis

Share

Categories: Nikah

by Nanda Lubis

Share

Hukum nikah siri

Hukum nikah siri – Istilah nikah siri di tempat kita ada beberapa pemahaman, kita akan urutkan beberapa pemahaman tentang nikah siri ini.

Dan berikut akan kita sebutkan kaitan hukumnya.

Hukum nikah siri tanpa wali yang sah

Nikah siri dipahami sebagai nikah tanpa wali dan tidak ada saksi, sehingga dia dilakukan secara rahasia, tidak ada wali yang sah dari pihak wanita.

Nikah seperti ini sebenarnya fatal, karena menurut hadits nabi yang diriwayatkan imam ahmad tidak ada nikah tanpa melalui wali yang sah.

Juga dalam hadits nabi yang lain rasulullah bersabda Siapapun wanita yang nikah tanpa ijin dari walinya maka nikah nya batil, nikahnya batil, nikahnya batil, diulangi sebanyak 3 kali.

Karena itulah nikah siri tanpa menghadirkan wali yang sah adalah nikah yang batil maka pernikahan tidak sah dan hubungan yang terjadi adalah hubungan zina.

Nikah siri tanpa saksi

Nikah siri dipahami sebagai nikah tanpa saksi, hanya wali yang sah, tidak memenuhi kriteria saksi dalam pernikahan yaitu minimal 2 orang laki-laki.

Saksi merupakan orang diluar wali yang sah dan calon pengantin.

Pernikahan tanpa saksi merupakan pernikahan yang batal, menurut 4 mazhab

Hadits riwayat umar bin khatab ada yang melakukan pernikahan dengan saksi 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Maka pernikahan itu merupakan pernikahan yang batil dan termasuk zina.

Nikah siri tidak diumumkan

Ada wali yang sah, saksi yang sah, namun tidak diumumkan, ada 1 mazhab yaitu malikiah yang menilai ini tidak sah sedangkan 3 mazhab lainnya menilai sah.

Mengumumkan pernikahan dalam malikiah harus dilakukan, tidak boleh tidak, sedangkan menurut jumhur tidak mesti diumumkan.

Isyhar yang hukumnya wajib ada pada 2 orang saksi laki-laki yang memenuhi persyaratan saksi pada pernikahan.

Nikah siri tidak dilaporkan ke KUA

Memang bukan termasuk syarat pernikahan yang sah harus dilegalkan secara negara, karena negara sifatnya untuk kepentingan administratif.

Cuman tetap ditekankan untuk pernikahan dicatat di KUA, karena tidak sulit untuk mencatat pernikahan ke lembaga resmi negara.

Dan akan banyak menimbulkan kemudharatan, karena jika punya anak tidak dicatatkan di disdukcapil karena pernikahan orang tuanya tidak terdaftar.

Menikahlah yang legal karena nikah tidak tabu, resmi, dan baik, silahkan umumkan dan legalkan.

Perjanjian pernikahan adalah perjanjian yang kuat, maka akan lebih baik lagi jika dikuatkan secara administrasi di KUA.

STAY IN THE LOOP

Subscribe to our free newsletter.

Don’t have an account yet? Get started with a 12-day free trial

Related Posts

View all

  • Rukun dan syarat nikah – Halo semuanya pengunjung blog pasgabut, […]

    Continue reading
  • Syarat nikah – halo teman-teman kembali lagi di blog pasgabut. […]

    Continue reading