by Nanda Lubis

Share

by Nanda Lubis

Share

Biografi orang sukses

Biografi orang sukses : Sudono Salim – halo sobat bertemu lagi dengan blog pasgabut.

Pembuka

Kamu suka makan indomie ?, mie instan yang murah meriah, enak dan lezat, dengan slogan nya indomiee selerakuuu ( diiringi nada khas jinglenya )

Lays, chitato, supermie, indomie, cheetos dan masih banyak produk lainnya ternyata dibawah kepemilikan satu orang bernama pak Sudono Salim.

Bisa dikatakan hampir semua penduduk indonesia pernah mencicipi produk makanan buatan indofood hingga bogasari.

Kisah Sudono Salim dan Salim Grup

Tidak hanya menguasai bisnis makanan, namun juga merambah ke bisnis perbankan.

Salim group pernah menjadi pengendali bank BCA, bank swasta terbesar di Indonesia.

Gurita bisnis grup salim tersebar di beberapa sektor, mulai dari retail, otomotif, jalan tol, properti, telekomunikasi, perkebunan, dsb.

Biografi orang sukses – awal kisah hidup Sudono Salim

Kerajaan bisnis grup salim bermula dari perdagangan jual-beli cengkeh.

Dulu Sudono Salim hanyalah sebuah buruh di sebuah pabrik tahu dan kerupuk di Kudus.

Bahkan ia sempat menjadi gelandangan sebelum sampai di kudus selama 4 hari di Surabaya.

Memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang sukses, ia tidak puas dengan hanya menjadi seorang buruh.

Sembari bekerja, beliau berusaha mencari inspirasi bisnis yang mungkin dijalankan pada saat itu.

Hingga akhirnya pilihannya jatuh pada perdagangan cengkeh.

Mendapat modal pertama dari mertua yang merupakan saudagar ternama di kota Kudus.

Sudono salim kemudian menjadi bandar cengkeh yang disegani dalam kurun waktu 1 tahun.

Sudono salim mampu bekerja sama dengan supplier cengkeh asal Sumatera sampai Sulawesi yang menjadikannya pengusaha cengkeh ternama.

Meski modal pertama yang dimiliki hanyalah pemberian dari sang mertua, ia dapat mengembangkannya sebaik mungkin.

Kebangkrutan dan Kebangkitan kembali Sudono Salim

Lalu cerita sampai di bangkrutnya bisnis cengkeh milik Sudono Salim dikarenakan invasi jepang.

Karena invasi tersebut, hampir seluruh kegiatan masyarakat indonesia menjadi terhenti.

Pada 1945 pasca jepang telah memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, Sudono Salim mulai bangkit kembali.

Melihat perjuangan bangsa indonesia melawan Belanda sepeninggal Jepang, ia memutuskan untuk berbisnis senjata, kebutuhan medis, dan logistik.

Setelah itu ia kemudian merambah lagi ke bisnis sabun yang dibutuhkan para tentara, khususnya untuk TNI AD.

Awal mula BCA

Kemudian pada 1950 Sudono Salim mulai membangun bisnis perbankan dan memfokuskan layanan kepada pinjaman kredit.

Ide bisnis ini muncul karena keluhan masyarakat yang tidak mampu membeli barang yang dijual secara tunai.

Inilah cikal bakal BCA, Setelah kinerja BCA dinilai mapan, ia mulai mencari ide bisnis cemerlang lain.

Awal mula Bogasari dan Salim grup

Mengetahui masyarakat indonesia terlalu bergantung kepada nasi, ia pun memulai bisnis tepung terigu.

Bogasari mengurangi konsumsi publik terhadap nasi dengan produk tepung terigu tersebut.

Kepemilikan beberapa perusahaan milik Sudono Salim menggerakkannya untuk membuat sebuah perusahaan utama.

Yang diberi nama Salim Grup Indonesia.

Pewarisan bisnis kepada sang anak

Di usia senja pada 1998 Sudono salim memutuskan mewariskan bisnisnya kepada sang anak Anthony Salim.

Anthony Salim memiliki berbagai masalah di awal mula kepemilikannya pada salim grup.

Pasalnya, pasca situasi krisis moneter, salim grup berada di ambang kebangkrutan.

Karena memiliki utang mencapai 55 Trilyun rupiah.

Dampak krisis moneter memang sangat dahsyat sampai perusahaan raksasa terpaksa gulung tikar.

Kebangkitan Salim grup di tangan Anthony Salim

Namun dengan insting bisnis yang diwariskan sang ayah, Anthony Salim mencoba memulihkan hutang dengan melelang sejumlah saham pada beberapa subsidiari Salim Grup.

Seperti BCA, Indocement, dan Indomobil.

Terbukti, keputusan ini mampu membantu Salim grup terlepas dari ambang kebangkrutan.

Dibawah kepemimpinan Anthony Salim, Indofood dan Bogasari berhasil menjadi produsen mie instan dan tepung terbesar.

Tak hanya di Indonesia, maupun juga di dunia.

Masa kejayaan Salim Grup berlanjut sampai saat ini dan merambah ke berbagai sektor lainnya.

STAY IN THE LOOP

Subscribe to our free newsletter.

Don’t have an account yet? Get started with a 12-day free trial

Related Posts

View all